Jakarta - Program Studi Ilmu Politik Universitas Bung Karno (UBK) angkatan 2023 bersama Pemerintah Desa Tlilir menyelenggarakan Seminar Pengabdian kepada Masyarakat untuk merumuskan kebijakan publik yang responsif dalam menanggulangi dampak inflasi global terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan petani. Pada Sabtu, (7/2/2026), pukul 10.00–13.00 WIB secara virtual melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tantangan berat yang dihadapi petani di Desa Tlilir akibat inflasi global, meningkatnya biaya produksi seperti pupuk, pestisida, dan BBM, serta ketimpangan harga jual tembakau yang tidak sebanding dengan nilai tukar saat ini.
Kondisi tersebut mendorong perlunya formulasi kebijakan publik yang responsif dan berpihak pada petani.
Seminar dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP UBK, Ibu Galuh Sukmaranti, S.Ikom., M.Si., dan menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Bapak Isfhan Taufik Munggaran (Anggota DPR RI Komisi 13), Bapak Fatkur Rohman, S.Pd (Kepala Desa Tlilir), Bapak Franky Sutan P. Roring, S.IP., M.Si (Wakil Rektor IV UBK), Ibu Nur Azizah, LC., M.Si (Akademisi UBK), serta Desto Imanuel Duka (Mahasiswa UBK).
Dalam sambutannya, Bapak Isfhan Taufik Munggaran menegaskan pentingnya peran aktif wakil rakyat dalam memperjuangkan kesejahteraan petani.
“Sebagai wakil rakyat, kita tidak hanya harus mengkritisi pemerintah, tetapi juga harus turut berperan aktif dalam mewujudkan perubahan nyata bagi petani,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tlilir memaparkan potensi unggulan Tembakau Serintil sekaligus tantangan yang dihadapi petani, khususnya terkait tingginya biaya produksi.
Dari hasil diskusi, teridentifikasi adanya persoalan “diskriminasi pupuk” yang berdampak langsung pada produktivitas petani tembakau.
Sebagai tindak lanjut, forum merumuskan inisiatif “Tembakau Dual” guna meningkatkan nilai jual produk, serta menyusun rekomendasi kebijakan publik yang akan disampaikan langsung kepada DPR RI.
Seminar ini juga menjadi ruang kolaborasi lintas sektor antara akademisi, pemerintah desa, legislatif, dan mahasiswa dalam mencari solusi berbasis riset dan praktik lapangan.
Melalui kegiatan ini, UBK berharap terjalin kolaborasi berkelanjutan dengan Pemerintah Desa Tlilir, khususnya dalam program pendampingan, riset kebijakan, serta pengembangan Desa Wisata Tembakau sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.


0 Komentar